Dibahas Standarisasi Layanan Kesehatan Anak Pendidikan Dasar

TIGARAKSA – Digelar pertemuan lintas sektor terkait upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada anak usia pendidikan dasar sesuai Permenkes No 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.

Hadir dalam pertemuan digelar di Ruang Wareng, Gedung Bupati Tangerang, di Jl Soemawinata No 1 Tigaraksa, para Pembina UKS se-Kabupaten Tangerang, Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Pejabat Kantor Kementrian Agama Kabupaten Tangerang, Pejabat Kantor Kementerian Hukum dan HAM Kabupaten Tangerang, dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tangerang.

Hadir pula unsur dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, unsur dari Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, unsur dari Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah, unsur dari Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul, unsur dari Prodi Kebidanan Universitas Muhamadiyah Tangerang, d.l.l.

Acara ini diselenggarakan Seksi Kesehatan Keluarga pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. Acara sendiri dibuka oleh Dr H Heri Harianto MSi, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat pada Pemkab Tangerang.

Dr H Heri Harianto MSi menjelaskan azasi program ini dimaksudkan menekankan pentingnya layanan kesehatan pada usia pendidikan dasar yang pelaksanaan programna tidak bisa ditangani sendirian oleh dinas kesehatan saja. “Tetapi harus melibatkan seluruh SKPD dan stakeholder yang ada.”

Dari catatan sementara yang ada, jumlah anak usia pendidikan dasar di wilayah Kabupaten Tangerang mencapai 582.000 siswa dengan kisaran usia 7-15 tahun.

Untuk itu, diharapkan kepada para petugas puskesmas bisa bekerja-sama dengan SKPD yang ada di wilayah dan stakeholder lainnya untuk bisa memberi layanan kesehatan para anak usia sekolah dasar dengan sebaik-baiknya, sesuai target dan standarisasi.

Sementara dr Ni Wayan Manik K MKK, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menjelaskan program ini akan dilaksanakan dengan diawali skrining yang dilaksanakan sekali di setiap tahunnya pada para pelajar yang baru masuk kelas satu, baik di tingkat SD maupun tingkat SMP.

Pemeriksaan akan dilakukan pada pemeriksaan organ tubuh, mulai pemeriksaan kuku, mata, telinga, gigi, berat badan dan tinggi badan. Lalu, bila ada kelainan pada organ tubuh pelajar saat pemeriksaan, maka akan ditindaklanjuti dengan merujuknya ke rumah sakit.

“Untuk ke depannya, kita akan memberikan report kesehatan setiap pelajar. Tujuannya agar dapat memberikan kemudahan dalam melakukan pengawasan kesehatan kepada mereka,” pungkas dr Ni Wayan Manik K MKK.