Apoteker Wajib Ber-SIPA, Ruang Farmasi Wajib Berstandar

TIGARAKSA – Menjamin terselenggaranya pelayanan kefarmasian di klinik-klinik kesehatan sesuai perundang-undangan berlaku, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melaksanakan survai kepemilikan Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA).

Sebagaimana diatur Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) RI No 9 Tahun 2014 tentang Klinik, disebutkan setiap klinik yang menyelenggarakan pekerjaan kefarmasian dalam hal ini melakukan pengolahan sediaan farmasi termasuk obat harus memiliki Apoteker yang punya SIPA sebagai penanggung jawab ruang farmasinya.

Berdasar PMK itu pula, setiap kefarmasian pun harus dilengkapi sarana dan prasarana ruang farmasi berstandar peraturan yang ada.

Muji Harja M.Farm Apt, Kepala Seksi Farmasi dan Pengawasan Keamanan Pangan pada Bidang Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menjelaskan dari hasil survai ke beberapa wilayah ditemukan masih banyak apoteker belum memiliki SIPA.

“Oleh karena itu kami telah melakukan pembinaan kepada para pengolah kefarmasian yang ada untuk segera mewajibkan apotekernya memiliki SIPA,” katanya. Selain itu,  berdasar survai masih banyak ruang farmasi yang dimiliki klinik-klinik masih harus diperbaiki agar memenuhi persyaratannya.

Dipersyarat, apoteker yang belum memiliki SIPA agar segera mengurus SIPA-nya dengan membawa berkas permohonannya.

Diakui Muji Harja M.Farm Apt, selama periode Januari-Mei 2019 Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang telah menerbitkan 91 SIPA termasuk 38 SIPA untuk klinik.

Diharapkan semua tenaga kefarmasian bisa melaksanakan pelayanan kefarmasian sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.