TPID Pantau Ketersediaan Bahan Pokok Ramadhan & Lebaran

CIKUPA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tangerang menggelar monitoring ketersediaan dan kualitas barang dagangan yang dijual di pasar-pasar tradisional dan pasar swalayan selama Ramadhan dan Lebaran, Selasa (7/5/2019).

Tim terdiri dari Petugas Dinas Perdagangan Kabupaten Tangerang, Dinas Perikanan dan Pertanian Kabupaten Tangerang, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Loka POM Serpong, sejumlah camat, polsek, koramil dan Satpol PP Kabupaten Tangerang, mendatangi Pasar Tradisional Cikupa, Swalayan Sabar-Subur Cikupa dan Pasar Tradisional Sentiong Balaraja.

Mereka dengan sigap meneleti sejumlah barang dagangan di pasar yang didatangi. Khusus memantau ketersediaan bahan kebutuhan pokok, memantau kadar kadaluarsa makanan-minuman yang dijual, dan memantau makanan yang menggunakan bahan berbahaya.

Dari hasil Rapid Test Sempel jenis makanan yang dijual di Pasar Tradisional Cikupa ditemukan jenis Kerupuk Sangrai dan Pacar Cina menggunakan Rhodamine (zat pewarna yang berbahaya). Sedangkan di Swalayan Sabar-Subur ditemukan dalam etalase ada jenis makanan Jeli yang dimakan tikus.

Namun begitu, Muji Harja M.Fram Apt, Kepala Seksi Farmasi, Perbekalan, Kesehatan dan Makanan pada Dinkes Kabupaten Tangerang, menjelaskan dari hasil sampel makanan yang telah dites di Pasar Tradisional Cikupa dan Pasar Tradisional Sentiong Balaraja, jenis makanan yang dijual rata-rata aman dari penggunaan Formalin, Boraks, MY dan pemanis.

“Hanya untuk jenis Kerupuk Sangrai dan Pacar Cina masih menggunakan Rhodamine,” katanya.

Untuk itu, pedagang yang masih menjual makanan yang mengandung zat yang berbahaya diberikan pembinaan oleh para petugas kesehatan.

Sementara Dwi Eka Alia Putri, Kabid Perdagangan pada Dinas Perdagangan Kabupaten Tangerang, menjelaskan untuk pasokan makanan pokok di wilayah Cikupa dan Balaraja masih cukup aman sampai Idul Fitri.

“Untuk kenaikan harga masih dalam batas normal. Semisal kenaikan harga daging ayam, harga telur ayam, daging sapi, dan harga bawang putih…” ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan untuk makanan yang kemasannya rusak dimakan tikus, diharapkan pihak manajemen toko swalayan itu tidak lagi menaruhnya di display rak penjualan. Pihak manajemen pun diharapkan di setiap paginya melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum barang dijual.