2 Puskesmas Terapkan Uji-coba Alat Periksa Jantung Online


PASAR KEMIS – Puskesmas Pasar Kemis dan Puskesmas Balaraja menjadi dua puskesmas dari 44 puskesmas di Kabupaten Tangerang yang terpilih melaksanakan uji-coba alat pemeriksa jantung yang terhubung ke jaringan internet (telemedicine) yang diprakarsai oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Sesuai keterangan, dengan alat ini puskesmas dapat memeriksa rekam jantung pasien yang hasilnya bisa langsung secara online interaktif didiskusikan dengan dokter spesialis jantung yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah  (RSUD) Balaraja.

“Alat ini menjadi salah-satu kemajuan teknologi alat kesehatan dari anak bangsa,” ungkap dr Hj Salwah, Kepala Puskesmas Pasar Kemis, Rabu (8/5/2019).

Dijelaskan, sebelum diterapkannya alat medis modern ini pihak puskesmas telah melakukan pertemuan dengan dr Pratondo, Kepala Program Telemedicine dari BPPT di RSUD Balaraja, Bravo dari PT Global selaku penyedia jaringan internet, dan para dokter spesialis jantung RSUD Balaraja.

“Selanjutnya dilakukan pertemuan kedua di BPPT untuk mematangkan pelaksanaannya agar pada saat uji-coba bisa berjalan sesuai harapan, baik peralatannya maupun jaringan internetnya,” papar dr Hj Salwah.

Disyukuri saat uji-coba peralatan ini berjalan baik dan lancar.  “Pasien yang kita periksa hasilnya bisa langsung diinteraksi dengan dokter spesialisnya dan bisa langsung mendapat hasil rekamnya juga.”

Dengan peralatan ini, diharapkan kinerja puskesmas menjadi semakin maju sehingga pasien yang mengeluhkan masalah jantung bisa mudah berobat di puskesmas. “Selain itu, alat ini juga ke depannya diinformasikan bisa melakukan USG.”

Sementara H Ade Dahyani SKP, Kepala TU Puskesmas Pasar Kemis, menjelaskan dengan adanya alat ini pasien jantung bisa langsung melakukan pemeriksaan di puskesmas, tanpa harus ke rumah sakit. Bila setelah diperiksa, lalu dianggap perlu dirujuk ke rumah sakit karena tidak cukup dengan pemberian obat saja, maka dokter spesialis jantung sudah bisa langsung menentukannya.

Disampaikan pula bila dari hasil uji-coba peralatan ini bisa berhasil dan bekerja dengan baik, maka alat ini akan dikembangkan lebih lanjut.

Dipaparkan di dalam alat ini terdapat pula data e-KTP sehingga pada saat akan melakukan pemeriksaan, e-KTP pasien cukup ditempel di alat itu dan selanjutnya sudah terpapar data lengkap identitas pasien.

“Jadi petugas puskesmas tidak perlu lagi mencatat panjang-lebar identitas pasien…” pungkas H Ade Dahyani SKP.