33 Pengusaha Katering Diberi Pelatihan Higiene Sanitasi

TIGARAKSA – Masih banyak pengusaha katering/pengelola jasa boga yang belum memiliki Sertifikat Layak Higiene (SLH) yang dikeluarkan DPMPTSP, tentunya sangat merawankan kondisi masyarakat yang mengkonsumsi layanan jasa boga itu.

Padahal SLH menjadi bagian dari pengontrolan tempat pengelola makanan usaha jasa boga yang memiliki potensi untuk menimbulkan gangguan kesehatan.

Terkait itu, Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga (KLK2O) pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan, mengadakan Pelatihan Higiene Sanitasi bagi Pengelola Ketering di Ruang Bola Sundul,  Senin (15/4/2019).

Pelatihan diikuti 31 pengusaha jasa boga yang ada di wilayah kerja dari 44 puskesmas se-Kabupaten Tangerang. Tampil sebagai narasumber Sri Indriastuti W SKM M.Kes, Kepala Seksi KLK2O, Dude Sadwaludin ST, Seksi Farmasi, dan Eman Darusman SSit, Seksi Kesling Kesjaor pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Sri Indriastuti W, menjelaskan kegiatan pelatihan ini menjadi salah-satu persyaratan usaha katering untuk mendapatkan Sertifikat Higiene Sanitasi yang dikeluarkan BPMPTSP.

“Bila para pengusaha jasa boga tidak mengikuti pelatihan ini, maka BPMPTSP pun tidak akan mengeluarkan sertifikat tersebut,” jelasnya.

Diakui di wilayah Kabupaten Tangerang tercatat ada 200-an pengusaha jasa boga, namun masih banyak yang belum memiliki sertifikat tersebut. “Oleh karena itu kami mengundang para pengusaha katering untuk dapat mengikuti pelatihan ini.”

Dinas kesehatan sendiri, ungkap Sri Indriastuti W, tidak bisa memberikan sanksi kepada pengusaha yang belum memiliki sertifikat, “tetapi bisa meminta kepada pihak terkait untuk memberikan sanksi bila usaha jasa boga terbukti melanggar aturan higienis produksinya dan membahayakan kesehatan konsumen.”