Dinkes Gelar Pertemuan Jejaring Imunisasi Lintas Sektor

TIGARAKSA – Pemberian imunisasi itu sangatlah penting bagi upaya menjaga kesehatan manusia, tidak hanya berlaku untuk bayi dan anak sekolah saja, tetapi juga bagi para calon pengantin dan calon jamaah haji.

Kondisi saat ini, masih banyak masyarakat yang kurang memahaminya, bahkan terkadang sampai ada yang melakukan penolakan imunisasi bagi anngota keluarga. Semisal penolakan pelaksanaan program imunisasi anak sekoah sebagai pelaksanaan program pemerintah pusat.

Terkait itu, Dinas Kesehatan kabupaten Tangerang, terus berupaya menyadarkan masyarakat pentingnya pelaksanaan imunisasi untuk kekebalan tubuh masyarakat terhadap serangan penyakit. Bila sebelumnya capaian pelaksanaan imunisasi 93 persen, kini ditargetkan tercapai 95 persen.

Salah-satu caranya adalah dengan menguatkan jejaring lintas sektor untuk suksesnya program pemberian imunisasi dengan menggelar Pertemuan Penguatan Jejaring Lintas Sektor yang menggandeng jajaran dinas pendidikan, kemenag, para camat, KUA, MUI, Fathayat NU dan Aisyiyah.

Pertemuan yang mempunyai pengaruh besar terhadap perubahan sikap masyarakat untuk kesuksesan program imunisasi ini dilaksanakan di Grand Soll Marina Hotel di wilayah Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, akhir Maret 2019.

Acara dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr Hj Desiriana Dinardianti MARS. Dengan narasumber dari Kementrian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dan Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr Hendra Tarmizi MARS.

H Toha SKM Msi, Kepala Seksi Surveilans Imunisasi dan Penanggulangan Krisis pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menjelaskan kegiatan ini menjadi salah-satu wahana untuk meningkatkan jejaring dalam pencapaian program imunisasi di masyarakat.

“Karena selama ini masih ada masyarakat yang anaknya tidak boleh diimunisasi dengan berbagai macam alasan,” katanya.

Diharapkan dengan banyak tokoh formal dan informal secara lintas sektor siap mengajak masyarakat, mudah-mudahan masyarakat bisa disadarkan pentingnya pemberian imunisasi bagi anggota keluarganya.

“Kami sengaja menggandeng elemen lintas sektor untuk membantu menyukseskan program imunisasi tahun ini,” ungkap H Toha SKM Msi.

Semisal jajaran dinas pendidikan bisa menyampaikan pesan kepada para guru dan kepala sekolah agar muridnya mau diimunisasi, pihak kemenag bisa menyampaikan kepada pengasuh pondok pesantren agar para santrinya mau diimunisasi, begitu juga KUA agar calon pengantin mau melaksanakan imunisasi terlebih dahulu sebelum pernikahan.

“Begitu juga peran para camat bisa menyampaikan program jejaring ini kepada masyarakat, lurah maupun kepala desa, agar bisa mengajak warganya memahami pentingnya imunisasi,” pungkas H Toha SKM Msi.