Puskesmas Panongan Terus Minimalisir Jangkitan DBD

PANONGAN – Jangkitan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah binaan Puskesmas Panongan terus diminimalisir petugas dengan melakukan pembinaan dan sosialisasi pecegahan DBD kepada masyarakat.Kepala Puskesmas Panongan, drg Farah Segeir, Senin (4/3/2019), menjelaskan upaya-upaya pembinaan dan sosialisasi pencegahan DBD memang harus digencarkan kepada masyarakat agar masyarakat bisa meresponnya dengan baik.“Pecegahan DBD tetap membutuhkan peran-serta masyarakat secara aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.Berdasarkan penyelidikan epidemiologi dari 29 kasus kejadian DBD yang terjadi di Bulan Januari dan kunjungan para petugas ke lingkungan penderita, memang ditemukan jentik Nyamuk Aedes Aegypti. Ini disebabkan jentik ini memiliki tempat perlindungan di dalam ban bekas, pot bunga, kolam ikan, spanduk, ember tempat penampungan air hujan, bak mandi, dan ada di bekas sandal yang dibiarkan tergenang air.Dari hasil peninjauan dan pemantauan ini, ungkap drg Farah Segeir, upaya-upaya mengajak masyarakat mencegah DBD menjadi “PR” bersama untuk merubah perilaku masyarakat agar bisa lebih baik dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dari genangan air agar nyamuk DBD tidak dapat berkembang.Dikatakan kembang-biak nyamuk Aedes Aegypti penyebab penyakit DBD dapat dicegah dengan masyarakat secara rutin melaksanakan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3-M Plus.“Bila hal ini dilaksanakan dengan baik, maka kasus DBD di wilayah Kecamatan Panongan akan terus dapat ditekan di setiap tahunnya,” urainya. “Harapan kami seluruh elemen masyarakat, baik instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat, bisa bekerja-sama dalam melakukan PSN dan 3-M Plus. Diinformasikan drg Farah Segeir dibandingkan rebakan DBD di tahun 2016, tahum ini telah terjadi penurunan angka jangkitan. Di tahun 2016 tercatat ada 78 kasus DBD, kini sampai Maret tercatat 29 kasus. Meskipun bila melihat kasus DBD se-Kabupaten Tangerang di awal tahun ini, 29 kasus DBD di Panongan menempati urutan pertama.Bila dilihat dari jangkitan DBD siklus tiga tahunan, maka kerja-keras para petugas puskesmas bisa dinyatakan telah berhasil karena sudah dapat menurunkan angka kasus DBD hingga berkurang mencapai 62 persen.Adapun upaya-upaya yang telah dilakukan dalam mencegah rebakan DBD, di antaranya sosialisasi kepada masarakat agar memprogram 1 rumah 1 jumantik yang sebenarnya telah diterapkan sejak tahun 2018, pembentukan kader jumantik 25 orang di setiap desa, pemberian insentif kepada kader jumantik.Lalu setelah evaluasi pada Desember 2018, maka dilakukan keterlibatan lintas sektor dalam upaya pencegahan penyakit DBD, penyebarluasan informasi tentang cara pencegahan DBD dengan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3-M Plus, abatesasi, sampai kegiatan foging.