Tim Kesehatan Siap Bimbing JCH Capai Istitha’ah Kesehatan

TIGARAKSA – Berupaya menjaga kebugaran dan kesehatan jemaah calon haji (JCH) tahun 2019, Tim Kesehatan Kabupaten Tangerang pun melaksanakan pengukuran tingkat kesehatan dan kebugaran jasmani para JCH Kabupaten Tangerang.
Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah melakukan pengukuran kebugaran dan kesehatan 240 JCH dari JCH Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Ulul Al-Bab dan JCH Mandiri di halaman Kantor Kecamatan Kelapa Dua, Minggu (13/1/2019).
H Toha SKM MSi, Kepala Seksi Surveilans, Imunisasi dan Penanggulangan Kasus pada Bidang Pencegahan dan Pengendaian  Penyakit di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menjelaskan kegiatan tim untuk melihat kesehatan JCH dengan tahap awal melakukan cek kesehatan dan melakukan pengukuran tingkat kebugaran.
Lalu, para JCH pun diberikan penyuluhan mengenai kebugaran dan kesehatan mereka karena ibadah haji memerlukan fisik yang sehat dan bugar.
Dalam kegiatan ini juga dimaksudkan agar para JCH bisa menuju istitha’ah atau kemampuan untuk melaksanakan ibadah haji, yang telah diwajibkan pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, yang lalu diperkuat Fatwa MUI Pusat.
Kesehatan para JCH bersifat wajib, bahkan ada aturan JCH tidak mengikuti istitha’ah maka dia tidak bisa melakukan pelunasan ONH-nya.
Terkait itu, tim kesehatan siap melakukan bimbingan kesehatan sejak tahap awal di tanah air, keberangkatan, hingga kembali ke Indonesia.
Di dalam istitha’ah, papar H Toha SKM Msi, kebugaran JCH akan berbeda-beda dan tim akan membimbingnya dengan sebaik-baiknya. Bila JCH dinilai kurang bugar dan sehat, maka JCH wajib meningkatkan derajat kesehatan dan kebugarannnya, misalnya dengan berobat dan rutin berolahraga.
“Harapan kami para jemaah nantinya, saat keberangkatan hingga melakukan ibadah haji, bisa sehat dan kuat semua,” pungkas H Toha SKM Msi.
 
ATURAN ISTITHA’AH
Pusat Kesehatan (Puskes) Haji pada Kementerian Kesehatan RI telah menyatakan siap menegakkan Istitha’ah Kesehatan sebagai syarat utama pemberangkatan JCH. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji.
Pemenkes RI ini selanjutnya diperkuat Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) turut menjadi pendukung utama penegakan aturan tersebut. Bahkan, rekomendasi Istitha’ah telah menjadi syarat utama pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH).
Istitha’ah kesehatan haji, bukan hanya bicara kemampuan materi JCH saja, tetapi juga soal kesehatan JCH mulai pra-embarkasi, embarkasi, hingga kepulangan nanti.
Tujuannya supaya selama sekitar 40 hari di Arab Saudi, jamaah mampu beribadah secara aman, nyaman, sehat, dan menjadi haji mabrur.