Tahun 2019, Pelaksanaan SIJARIEMAS Bisa Lebih Baik Lagi

TANGERANG – Meningkatkan kualitas layanan Sistem Jejaring Rujukan Maternal dan Neonatal (SIJARIEMAS), Seksi Kesehatan Keluarga pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar Pertemuan Evaluasi Pelaksanaan SIJARIEMAS di Pendopo Kabupaten Tangerang, Kamis (17/1/2019).
Kegiatan dibuka dr Hj Dede Widyawati M.Kes, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, ini diikuti para Kepala TU Puskesmas  dan Pemegang Program PONED Puskesmas.
Hadir dr Hj Sri Indriyani, Kepala Seksi Keluarga, dan Bambang Wijayanti SP M MSi, Direktur SIJARIEMAS, sebagai narasumber.
Sekretaris Dinkes dr Hj Dede Widyawati M.Kes menjelaskan sebelum dilaksanakan program SIJARIEMAS, sebenarnya Pemerintah Kabupaten Tangerang telah mencanangkan Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir. Sehingga program SIJARIEMAS boleh dibilang menjadi muara dari program Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir.
“Pogram-program ini sebagai salah-satu bentuk intervensi dalam menurunkan jumlah angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di wilayah-wilayah kerja puskesmas,” katanya.
Tentu saja, dengan adanya program SIJARIERMAS yang dilengkapi aplikasi internetnya dapat melakukan intervensi dengan benar terhadap upaya-upaya penyelamatan jiwa ibu melahirkan dan bayi yang baru dilahirkan.
“Harapannya dengan evaluasi kegiatan ini dapat memberikan gambaran bagaimana ke depannya puskesmas dapat melaksanakan program SIJARIEMAS berikut rujukan dengan lebih baik lagi,” ucap dr Hj Dede Widyawati M.Kes.
Sementara dr Hj Sri Indriani, Kepala Seksi Keluarga pada Dinkes Kabupaten Tangerang, menambahkan program SIJARIEMAS diujicoba pelaksanaannya di Kabupaten Tangerang pada 30 Oktober 2014.
Lalu setelah beberapa kali mendapatkan revisi perbaikannya  program ini mulai dilaksanakan maksimal dengan 3 hal yang dikawal, yaitu: Meningkatkan kualitas emergensi material dan neonatal, meningkatkan efisiensi dan efektifitas sistem rujukan, serta akubilitas pemberdayaan pemberdayaan pemerintah dan masyarakat.
Kini SIHARIEMAS telah memiliki alur rujukan secara berjenjang dan memiliki peta kemapuan rumah sakit yang pasti, sehingga pihak puskesmas bisa memilih secara regionalisasi rujukan sesuai wilayah kerjanya masing-masing.
Dengan adanya sistem ini, pihak puskesmas dan rumah sakit pun sudah dapat lancar berkomunikasi, bisa bertukar data antara puskesmas yang merujuk dan rumah sakit rujukan secara tercatat, pada saat pasien ditangani.
“Saat ini kami telah bergandengan tangan dengan pihak rumah sakit…“ungkap dr Hj Sri Indriani.