Disaksikan Wabup, Dideklarasi Stop BAB Sembarangan

CIKUPA – Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) bagi wilayah kelurahan dan desa di Kabupaten Tangerang dilangsungkan di halaman Kantor Kecamatan Cikupa, Kamis (6/12/2018).
Deklarasi yang menjadi bagian dari Sosialisasi Perbup No 22 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dihadiri Wakil Bupati Tangerang, Asda I, pihak Aetra Tangerang, USAID Plus, camat, lurah/kepala desa, kepala puskesmas se-Kabupaten Tangerang, dan Pengurus PKK Kecamatan Cikupa.
Ada 14 kelurahan-desa yang telah diverifikasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan mendapat piagam penghargaan yang diberikan Wakil Bupati Tangerang.
Ke-14 desa/kelurahan itu, Kelurahan Balaraja dan Sentul Jaya di Kecamatan Balaraja, Kelurahan Bitung Jaya dan Kelurahan Cikupa di Kecamatan Cikupa, Kelurahan Bencongan, Desa Kelapa Dua, dan Desa Pakulonan Barat di Kecamatan Kelapa Dua, Desa Gelam Jaya, Kelurahan Kuta Baru, Desa Sukaasih, dan Desa Sukamantri di Kecamatan Pasarkemis, Desa Sempora di Kecamatan Cisauk, Desa Babakan di Kecamatan Legok, dan DesaMekar Bakti di Kecamatan Panongan.
Sebelum mendapat penghargaan ke-14 kepala desa dan lurah membacakan Deklarasi Stop Buang Air Besar Sembarangan, yang berisi pesan, s.b.b: “Kami atas nama seluruh masyarakat desa/kelurahan menyatakan bahwa desa/kelurahan kami sudah bebas dari buang air besar (BAB) sembarangan.
Untuk itu kami berjanji: (1) BAB sembarangan adalah perbuatan tercela dan memalukan yang dapat merugikan semua orang. Untuk itu sejak saat ini dan seterusnya, kami tidak akan BAB sembarang tempat dan tidak akan membiarkan orang lain melakukannya di wilayah kami.
(2) Kami menyadari bahwa menjaga kesehatan lingkungan merupakan tanggung jawab kami, untuk itu kami senantiasa akan menjaganya.
(3) Kami siap menjadi contoh bagi seluruh masyarakat kabupaten Tangerang dalam mewujudkan Tangerang Stop BAB Sembarangan.
 
5 PILAR STBM
Wakil Bupati Tangerang, Mad Romli, mengakui untuk dapat mewujudkan Tangerang Sehat memang tidak bisa hanya pemerintah saja yang menjalankannya tanpa ada dukungan dari masyarakat serta stakeholder berikut elemen terkait.
Semangat itu penting untuk dapat mengajak masyarakat melaksanakan 5 pilar STBM secara baik.
Kelima Pilar STBM itu, adalah: (1) Stop buang air besar sembarangan (SBABS); (2) Cuci tangan pakai sabun (CTPS); (3) Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMMRT); (4) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT); (5) Pengelolaan Lebah Cair Rumah Tangga (PLCRT).
 
274 DESA STBM
Sementara dr Hj Desiriana Dinardianti MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, menjelaskan program STBM di wilayah Kabupaten Tangerang sudah berjalan sejak tahun 2013.
Adapun jumlah desa/kelurahan yang sudah melaksanakan STBM sebanyak 274 desa/kelurahan. Desa yang sudah SDS ada 14 desa, yang berpotensi SDS 24 desa, aksesnya sudah mencapai 90%, dan yang aksesnya masih rendah dibawah 50% sebanyak 46 desa. Untuk desa yang masih rendah di bawah 60-80% ada 190 desa.
“Untuk itu kami terus berusaha agar bisa tercapai program Tangerang Gemilang dengan membentuk kader dan fasilitator di setiap desa,” kata dr Hj Desiriana Dinardianti MARS.
Saat ini, tambahnya, sudah terbentuk 15 kelompok wirausaha yang aktif, begitu juga ada promotor sanitasi dari unsur PKK, organisasi pemuda dan petugas kesehatan.
Meskipun begitu, masih perlu didorong terus terutama desa yang masih aksesnya rendah, yaitu desa yang berbasis lingkungan dan stunting yang tinggi. Selain itu perlu juga diwujudkan desa ODF atau SDS di seluruh Kabupaten Tangerang.
“Semoga di tahun depan kita bisa mendeklarasikan SDS di seluruh desa yang ada,” harap dr Hj Desiriana Dinardianti MARS.