Rakor Kesja Rumuskan Penangan Ragam Kasus ODGJ

CURUG – Dinkes Kabupaten Tangerang menggelar Rapat Koordinasi Gabungan Kesehatan Jiwa (Kesja) sebagai upaya mencari solusi terbaik dalam penanganan pasien berpenyakit jiwa yang diidap masyarakat yang seringkali terabaikan.
Rapat dilaksanakan Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang ini menyertakan jajaran dinas sosial, polres, kodim, LSM, camat, Panti Rehap Jayanti, dan kepala puskesmas.
Sekda Kabupaten Tangerang Drs HM Maesyal Rasyid M.Si membuka acara  yang dilangsungkan di Ruang Pertemuan Hotel Yasmin Curug Tangerang, Selasa (25/9/2018). Rapat pun dihadiri Sugianto, pejabat Kementerian Kesehatan RI.
Adapun bahasan rapat, s.b.b: (1) Terbentuknya regulasi bebas pasung di Kabupaten Tangerang tahun 2019; (2) Terbentuknya regulasi kebijakan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat di Kabupaten Tangerang; (3) Terbentuknya tim pelaksanaan kesehatan jiwa masyarakat dengan institusi terkait.
(4) Membentuk Panti Rehabilitasi ODGJ oleh instansi terkait; (5) Pelayanan kasus ODGJ yang terintegrasi dan berkelanjutan dengan instansi terkait; (6) Mendorong RS memberikan layanan rawat-inap untuk ODGJ; (7) Pembentukan desa siaga sehat jiwa; (8) Mendorong CSR dalam pembentukan Panti Rehabilitasi; (9) Penentuan Satgas pada ODGJ tanpa indentitas.
 
PENANGGUNG JAWAB
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten  Tangerang, dr Hendra Tarmizi MARS, menjelaskan program penanganan ragam ODGJ sebelumnya kurang berjalan baik karena masih belum jelas benar siapa yang bertanggung-jawab dalam penanganan ODGJ.
Dari hasil pembahasan dan kesepakatan, akhirnya kini telah didapat kejelasan penanggung-jawabnya.
Yaitu, (1) Untuk penanganan pasien ODGJ yang ditemukan ditangani Satpol PP, TNI, dan Polri; (2) Untuk pelayanan kesehatan jiwa akan ditangani oleh puskesmas; (3) Ketika pasien tenang akan dikembalikan kepada keluarga dan jika keluarga tidak menerimanya maka ODGJ akan dititipkan pada rumah singgah Panti Rehabilitasi selama 3 bulan.
(4) Jika pasien masih gaduh maka pihak puskesmas akan merujuknya ke RSJ; (5) Jika pasien tidak memiliki identitas maka akan direkam data kependudukan oleh pihak kecamatan dilanjutkan ke disdukcapil; (6) Jika pasien bukan warga Kabupaten Tangerang dan tidak memiliki identitas, maka segera dirujuk ke RSJ dan akan dibuatkan indentitas oleh dinas sosial untuk mendapat penanganan medis di RSJ.
Ditambahkan dr Hendra Tarmizi MARS untuk pembentukan desa siaga sehat jiwa, mendorong CSR dalam pembentukan panti rehabilitasi, dan penentuan Satgas ODGJ tanpa indentitas akan ditindak-lanjuti masyarakat bersama tokoh masyarakat, kades/lurah, babinsa, binamas, dan camat.