Puskesmas Legok Siapkan Desa Babakan Bebas BABS

LEGOK – Puskesmas Legok terus berupaya membentuk desa Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) atau Open Defecation Free (ODF) melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Kepala Puskesmas Legok, dr Widya Anggraeni MKM, Senin (24/9/2018), mengatakan tahun ini pihaknya fokus pada satu desa dahulu, yaitu Desa Babakan karena mayoritas warganya sudah mulai sadar PHBS sehingga nantinya bisa dijadikan desa bebas BABS.
“Wilayah Legok sebagai wilayah perkotaan, rasanya kurang pas, jika masih ada warga yang masih BABS. Untuk itu kami berkomitmen ingin mewujudkan desa itu menjadi desa Bebas BABS,” katanya.
Untuk mensukseskan program tersebut, tahun ini Desa Babakan mendapat bantuan pembangunan 36 titik jamban sehat dan septic-tank beserta MCK-nya dari Kementerian PUPR. “Mudah-mudahan di tahun ini pula seluruh pembangunannya bisa diselesaikan dan Desa Babakan bisa menjadi Desa ODF,” imbuh dr Widya.
Ditambahkan Eem Magfiroh, Pemegang Program Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Legok, puskesmasnya memiliki lima wilayah binaan yaitu Desa Babakan, Desa Palasari, Desa Serdang Wetan, Desa Rancagong, dan Desa Legok.
Puskesmas Legok membuat fokus program ini kepada satu desa terlebih dulu, nantinya baru bergerak ke desa-desa lainnya. “Dibikin fokus per desa dulu agar lebih baik capaiannya. Tahun ini di Desa Babakan, berikutnya ke desa lainnya,” ujarnya.
Secara umum ada sedikitnya 500 titik jamban sehat lagi yang perlu dibangun di 4 desa berikutnya dalam upaya pembentukan Desa Bebas BABS.
Diakui Eem, sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat untuk sadar sanitasi telah terus-menerus dilakukannya, namun memang membutuhkan waktu agar warga benar-benar bisa peduli terhadap kebersihan lingkungannya.