Tim Sanitren Siap Bangun PHBS di Pondok Pesantren

TIGARAKSA – Upaya peningkatan kesehatan dan kebersihan di lingkungan pondok pesantren, dibentuk Tim Sanitasi Pesantren (Sanitren) Kabupaten Tangerang.
Tim terdiri dari jajaran Bappeda Kabupaten Tangerang, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, siap membina peningkatan kesehatan dan kebersihan bagi 1.000 pondok pesantren dalam program lima tahunan dimulai tahun ini.
Sri Indriastuti SKM M.Kes, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga, Selasa (21/8/2018), menjelaskan dalam pelaksanaan kegiatan ini, jajaran dinas kesehatan bertugas melaksanakan kegiatan nonfisik, berupa pembinaan, pemberdayaan perilaku sehat, pemberdayaan sanitasi, dan sosialisasi tentang pemeliharaan sarana sanitasi.
Adapun materi sosialisasi yang disampaikan di antaranya mengenai alur penularan penyakit berbasis lingkungan, tata-cara menjaga kesehatan diri, kesehatan dapur, kesehatan kamar tidur, dan lingkungan pondok pesantren.
“Dijelaskan pula bagi santriwati tata-cara menjaga kebersihan menstruasi dan mencegah Anemia,” ungkap Sri Indriastuti SKM M.Kes. Harapannya setelah ini, para santri-santriwati dapat melaksanakan PHBS di lingkungan pondok pesantrennya.

TAHAP AWAL
Sri Indriastuti SKM M.Kes menginformasikan peningkatan kesehatan dan kebersihan lingkungan pondok pesantren memang perlu dilakukan karena berdasarkan hasil pemantauan tim yang melalukan peninjauan ke pondok-pondok pasantren, lingkungan tempat belajar santri-santriwati dengan pemondokan masih perlu ditingkatkan kebersihannya.
Apalagi, pondok pasantren merupakan tempat berkumpulnya banyak orang yang berpotensi menularkan penyakit. Sebab itu, pondok-pondok pesantren memerlukan bantuan sarana sanitasi di lingkungannya.
Sesuai rencana, pemberian bantuan sarana sanitasi ini akan memanfaatkan dana APBD Kabupaten Tangerang dengan pelaksanaan program dalam 5 tahunan dan sasarannya 1.000 pondok pesantren.
“Untuk tahun ini sebagai awal pelaksanaan akan dilaksanakan di 46 pondok pesantren. Kegiatan pemberdayaan (pemicuan PHBS) dimulai sejak 14 Agustus sampai 17 September,” pungkas Sri Indriastuti SKM M.Kes.