Ribuan JCH Dapatkan Paparan Jaga Kesehatan Tubuh

TIGARAKSA – Sedikitnya 2.450 jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Tangerang yang mengikuti manasik haji mendapat paparan jaga kesehatan di Aula Masjid Agung Al-Amjad di Ibukota Tigaraksa selama dua hari yaitu Sabtu (8/7/2018)-Minggu (9/7/2018).
Pada hari pertama, para JCH diperkenalkan kepada para petugas pendamping yang  siap membantu menjaga kesehatan mereka selama persiapan pemberangkatan, saat beribadah di tanah suci, hingga kembali ke Kabupaten Tangerang.
Mereka yang diperkenalkan di antaranya Petugas TPHI, TPIHI, TPHD dan TPIHD, yang memang memiliki tugas membantu memudahkan para jemaah di sisi kesehatan maupun sisi kelancaran beribadah haji.
Hari kedua, Narasumber dari Dinas Kesehatan memberikan materi tentang kebijakan pemeriksaan kesehatan. Materi ini disampaikan Toha SKM MSi, Kasi Survelens Imunisasi dan Penanggulangan Khusus pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
Disampaikan pula pengenalan dan pencegahan sejumlah penyakit resiko tinggi yang sering ditemukan pada jamaah haji, semisal Penyakit  Jantung, PPOK, Tuberkulosis Paru, Diabetes Melitus, Asma, Hipertensi, Gagal Ginjal, Sirosis Hati, dan Kanker.
Toha SKM Msi menyampaikan terkait itu kepada para JCH yang memiliki penyakit tersebut harus melakukan pemeriksaan, pengobatan, dan menjalani pembinaan sesuai tingkatan penyakitnya di fasilitas pelayanan kesehatan yang ada.
“Di saat keberangkatan pun para JCH ini harus membawa obat-obatan rutin yang dikonsumsi agar dapat selalu sehat sehingga dapat mengurangi kendala selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci,” jelas Toha SKM Msi.
Bahkan para JCH dianjurkan sebelum pemberangkatan, sejak sekarang sudah mulai melakukan persiapan fisik dengan latihan olahraga berjalan kaki secara kontinyu serta memilih nutrisi yang baik dan sehat, agar dapat memperbaiki kondisi tubuh serta mampu menambah kebugaran fisik.
Dalam perjalanan ibadah haji beberapa penyakit yang sering muncul dan harus diwaspadai, di antaranya adalah: (a) Penyakit disebabkan sengatan panas matahari; (b) MERS CoV; (c) Meningitis; (d) Diare; (e) Gastritis/Maag; (f) Ulkus Diabetes; (g) Influenza; (h) PPOK Eksaeerbasi Akut; (i) Asma Eksaeerbasi Akut; (j) Penyakit Jantung Akut; (k) Stroke.
Upaya melakukan pencegahannya termasuk mencegah penularan atau pemicunya, papar  Toha SKM Msi, diharapkan para JCH menghindari sengatan matahari terlampau lama, memperbanyak minum air, melakukan hidup bersih dan sehat, serta memeriksakan diri sesaat ada gejala sakit pada tubuh agar tidak berkelanjutan.