Puskesmas Sukawali Target 8.400 KK Terdata PIS-PK

PAKUHAJI – Puskesmas Sukawali terus melakukan pendataan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) kepada masyarakat.
Tahun ini ditargetkan sedikitnya 8.400 KK di 3 desa yaitu Desa Sukawali, Desa Surya Bahari, dan Desa Keramat dapat terdata kesehatannya.
Kepala Puskesmas Sukawali, dr Hj Linda Fatmawati, Senin (9/7/2018), mengatakan pada Juni dan Juli 2018 akan diselesaikan pendataan untuk sedikitnya 2.500 KK di Desa Sukawali dan terus berlanjut ke desa-desa berikutnya.
“Tahun lalu program pendataan ini juga sudah dilakukan di Desa Kohod, namun belum semuanya terdata. Setidaknya baru setengahnya yang sudah terdata,” katanya.
Adapun wilayah kerja Puskesmas Sukawali meliputi 6 desa di Kecamatan Pakuhaji yaitu Desa Kramat, Desa Surya Bahari, Desa Sukawali, Desa Kalibaru, Desa Kohod, dan Desa Buaran Mangga.
Dikatakan pendataan dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang data kesehatan dari setiap warga sehingga diharapkan selanjutnya puskesmas dapat menerapkan kebijakan penanganan kesehatan yang diperlukan sesuai data kesehatan yang diperoleh.
Ditambahkan dr Mistuti Alwiyah, Pemegang Program PIS-PK Puskesmas Sukawali, pendataan dilakukan dengan sistem wawancara terkait 12 indikator utama untuk penanda status kesehatan sebuah keluarga.
Ke-12 indikator utama tersebut, adalah: (1) Keluarga mengikuti program Keluarga Berencana (KB); (2) Ibu melakukan persalinan di fasilitas kesehatan; (3) Bayi mendapat imunisasi dasar lengkap; (4) Bayi mendapat air susu ibu (ASI) eksklusif; (5) Balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan.
(6) Penderita tuberkulosis paru mendapatkan pengobatan sesuai standar; (7) Penderita hipertensi melakukan pengobatan secara teratur; (8) Penderita gangguan jiwa mendapatkan pengobatan dan tidak ditelantarkan; (9) Anggota keluarga tidak ada yang merokok; (10) Keluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN); (11) Keluarga mempunyai akses sarana air bersih; (12) Keluarga mempunyai akses atau menggunakan jamban sehat.
“Dilakukan juga pemeriksaan tensi darah pada warga yang berusia di atas 15 tahun untuk mendeteksi penyakit tidak menular, kemudian untuk di bawah 5 tahun dipantau status gizinya,” ujar dr Mistuti.
Data yang sudah diperoleh akan langsung diinput melalui Aplikasi PIS-PK dan langsung terlaporkan ke Kementerian Kesehatan RI sebagai database kesehatan nasional.