Terus Dipermahir Dokter & Bidan PONED Kedaung Barat

SEPATAN TIMUR – Menyukseskan program penyelamatan ibu hamil dan bayi baru lahir, Puskesmas Kedaung Barat secara rutin di setiap pekannya menggelar Drill Pelatihan Keterampilan Penanganan Kegawatdaruratan Obstetri Neonatal.

R Tati Haryati SKM MSi, Kepala Puskesmas Kedaung Barat, Senin (25/6/2018), mengatakan pelatihan itu dimaksudkan agar para tenaga kesehatan di puskesmas, khususnya Tim PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) menjadi mahir dalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan obstetri neonatal.

“Dilaksanakan sepekan sekali dengan menggunakan alat peraga disertai contoh-contoh kasus yang mungkin ditemui saat pelayanan PONED,” katanya.

Tati menambahkan sedikitnya 14 bidan dan 2 dokter yang bertugas di Puskesmas Kedaung Barat mengikuti pelatihan tersebut.
Di setiap pekannya pelatihan yang diberikan berbeda-beda, yaitu setiap pekan satu topik, seperti misalnya topik penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia, yaitu merupakan kondisi kekurangan oksigen pada pernapasan yang bersifat mengancam jiwa.

“Topik penanganan bayi baru lahir dengan asfiksia tersebut dilakukan saat pelatihan yang dilakukan pada Kamis 21 Juni,” tambahnya.
Diharapkan pelatihan secara berkala ini membentuk Tim PONED Puskesmas Kedaung Barat mampu mengatasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi dalam program penyelamatan ibu hamil dan bayi baru lahir.

Sehingga memberikan kontribusi positif dalam penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), pungkas R Tati Haryati SKM Msi.