Digelar Workshop Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan

CURUG – Sedikitnya 100 tokoh desa, tokoh kelurahan, camat, pengurus MUI, Pokja AMPL, pengurus PKK, dan forum komunikasi wirausahan sanitasi se-Kabupaten Tangerang disertakan dalam Workshop Desa Stop Buang Air Besar Sembarangan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang di Aula Hotel Yasmin Binong, Curug, Kabupaten Tangerang, Kamis (28/6/2018).
Acara dilaksanakan Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang ini menghadirkan 4 narasumber yang memberikan pemahaman tentang pentingnya menyetop BABS.
Mereka adalah: (1) Diana, Dirjen Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI; (2) Fakih, Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Banten; (3) Prima, Camat Panongan; (4) dr Ni Wayan Manik K MKK, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.
H Yani Sutisna SH M.Si, Asisten Daerah III Pemkab Tangerang yang membuka acara, menilai upaya peningkatan akses sanitasi di wilayah-wilayah Kabupaten Tangerang masih perlu didorong, terutama di desa yang berresiko sanitasi.
“Hal ini perlu dilakukan mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya sanitasi,” paparnya. Untuk itu, tambah H Yani, diharapkan jajaran dinkes dan pihak terkait bisa lebih memperbanyak sosialisasi sanitasi kepada masyarakat dengan menerapkan strategi  Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Untuk dapat mencapai tujuan itu, maka upaya dan strategi yang telah dilaksanakan jajaran dinas kesehatan beserta komunitas-komunitasnya perlu pula ditingkatkan lagi.
Semisal meningkatkan koordinasi kerja-sama kemitraan sanitasi, lalu di setiap wilayah perlu menetapkan skala prioritas pembangunan sanitasi, membuat kebijakan lokal untuk mendorong peningkatan akses sanitasi dan merangsang setiap desa untuk berlomba menerapkan strategi STBM.
Kemudian mengembangkan produk sanitasi dengan mendayagunakan wirausaha sanitasi, memobilitasi dana dan sumber daya untuk perbaikan sanitasi yang dananya bersumber dari pemerintah, swasta, serta dana zakat infaq dan sodakoh, untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi bagi masyarakat.
 
WILAYAH ODF
Sementara dr Ni Wayan Manik K MKK, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, mengakui masih ada beberapa wilayah di Kabupaten Tangerang yang memerlukan bantuan dan pembinaan dalam pengembangan sanitasi lingkungannya.
Wilayah itu di antaranya wilayah-wilayah di Kecamatan Kronjo, Kecamatan Jayanti, Kecamatan Pakuhaji, Kecamatan Jambe, Kecamatan Cisoka, Kecamatan Sindang Jaya, Kecamatan Mauk, Kecamatan Teluk Naga dan Kecamatan Kemeri.
Diharapkan semua unsur masyarakat, baik di tingkat desa, kelurahan, kecamatan, MUI, PKK, dan elemen masyarakat lainnya, bisa saling memprogram desa-desa yang akan dijadikan open defecation free (ODF = kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan) untuk tahun ini.
Dengan demikian ke depan setiap kelurahan ataupun desa secara bertahap di setiap tahunnya bisa memiliki kampung ODF. “Jika ini sudah bisa dilakukan oleh masing-masing kecamatan, desa, dan kelurahan, maka ke depan wilayah Kabupaten Tangerang sudah bisa ODF,” harap dr Ni Wayan Manik K MKK.