Disepakati Kemitraan Bidan-Paraji di Puskesmas Pasir Nangka

TIGARAKSA – Kemitraan bidan dengan dukun paraji di wilayah binaan Puskesmas Pasir Nangka semakin terjalin erat dengan digelarnya kegiatan pembinaannya yang dilanjutkan dengan penandatangan kesepakatan bersamanya.
Acara digelar Senin (28/5/2018) di Aula Puskesmas Pasir Nangka dimaksudkan untuk memaksimalkan angka penurunan kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir, serta untuk meningkatkan cakupan pelayanan persalinan di fasilitasi pelayanan kesehatan (fasyankes).
Hadir 11 dukun paraji sebagai perwakilan dukun paraji di wilayah binaan Puskesmas Pasir Nangka untuk mengikuti acara sekaligus menandatangani kesepakatan kemitraan bidan dan dukun paraji.
Keterangan diperoleh, sebenarnya kemitraan antara bidan dengan dukun paraji di wilayah kerja Puskesmas Pasir Nangka sudah terjalin baik sejak tahun 2016. Kemitraan ini diwujudkan dengan aktifitas paraji hanya membantu dan mendampingi ibu melahirkan ke fasyankes yang tersedia di wilayahnya masing-masing.
 
UU KESEHATAN
Yani Oktaviani selaku narasumber Sosialiasias Kemitraan Bidan Dengan Dukun Paraji di Puskesmas Pasir Nangka, memaparkan beberapa peraturan dan undang-undang memang melarang para dukun paraji menangani kelahiran bayi, paraji hanya bisa mendampingi dan membantu para bidan menangani persalinan di fasyankes.
Peraturan yang melarang itu, paparnya, di antaranya UU No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.
Sidar Nababan, Koordinator Bidan Puskesmas Pasir Nangka, menjelaskan sebenarnya banyak dukun paraji yang ada di wilayah Puskemas Pasir Nangka sudah menjalin kemitraan dengan bidan sejak tahun 2016. “Namun memang masih ada beberapa dukun paraji yang masih suka menangani ibu melahirkan sendiri.”
Terkait itu, dirinya selaku koordinator bidan siap untuk terus menyosialisasi aturan itu serta melakukan pendekatan untuk mengajak para dukun paraji mau bekerja-sama dengan para bidan dalam menangani ibu melahirkan. Tujuannya untuk menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Pasir Nangka.
Selain itu, pihaknya pun siap mengajak masyakarat yang keluarganya akan melahirkan untuk menggunakan Jampersal atau fasilitas pemerintah lainnya.
 
JALINAN KEMITRAAN
Sementara H Imam Bahlawi SKM MSi, Kepala Puskesmas Pasir Nangka, berharap dengan adanya kegiatan kemitraan ini, ke depan para bidan dan dukun paraji di wilayah kerjanya bisa benar-benar menjalin kemitraan yang baik, sesuai kesepakatan yang telah ditandatangani bersama.
“Bila ini sudah benar-benar dilaksanakan, saya yakin akan dapat menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir,” katanya.
Sisi lainnya, pungkas H Imam Bahlawi SKM Msi, dengan kerja-sama yang baik ini, diharapkan para dukun paraji juga bisa memotivasi para ibu hamil dan keluarganya untuk memeriksa kehamilan serta persalinannya oleh tenaga kesehatan, baik di puskesmas, bidan desa, maupun rumah sakit.