Masyarakat Gunung Kaler Diberi Pengetahuan PTM

GUNUNG KALER – Sosialisasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama Mendukung Germas, suskes digelar di Gunung Kaler dengan melibatkan ratusan elemen masyarakat. Acara diikuti ratusan masyarakat ini dihadiri Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI, Direktur Foltakes Banten, Anggota Komisi IX DPRRI Drs H Irgan Chairul Mahfiz Msi, pejabat Dinkes Kabupaten Tangerang, Camat Gunung Kaler, dan Kepala Puskesmas Gunung Kaler.

Hadir pula dalam acara digelar di Aula Kantor Kecamatan Gunung Kaler pada Rabu (9/5), Binamas, Babinsa, tokoh masyarakat, kader posyandu, pengurus RT/RW, masyarakat dan pengurus ormas-ormas se-Gunung Kaler.

Narasumber dr Hendra Tarmizi MARS, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, tampil menjelaskan seluk-beluk lahirnya Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Pencegahannya. “Sebagai masyarakat, kita perlu memiliki pengetahuan tentang penyakit tidak menular, karena berguna untuk menimalisir terkena penyakit ini,” katanya.

Lalu disebutkan jenis penyakit tidak menular, di antaranya cacat fisik, gangguan mental, penyakit degeneratif, penyakit gangguan metabolisme, kelainan organ tubuh, penyakit jantung, pembuluh darah, penyakit tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis, berat badan lebih (osteoporosis), kanker usus, depresi dan kecemasan.

Berdasarkan penelitian orang yang terkena PTM,  ungkap dr Hendra Tarmizi MARS, biasanya tidak pernah mengetahui gejalanya. Mereka cenderung mengetahui dirinya terjangkit penyakit ini setelah dalam kondisi penyakitnya parah.

Untuk itu diharapkan sebelum PTM menjangkiti, sebaiknya dilakukan pencegahan dininya dengan cara melakukan pola hidup seimbang, makan teratur, olahraga sedikitnya setengah jam setiap harinya, makan buah-buahan dan air putih, serta rajin melakukan pengecekan kesehatan tubuh.

Sementara dr Tuti, Kepala Puskesmas Gunung Kaler, berharap dengan adanya Sosialisasi Germas ini, masyarakat bisa lebih memahami pencegahan sendiri penyakit PTM. Penyakit PTM jarang sekali disadari kehadirannya bila belum terasa dalam tubuh. Dengan adanya penjelasan ini, semoga masyarakat dapat menyimpulkan upaya-upaya menjaga kesehatan tubuhna dan upaya-upaya melakukan pencegahan PTM.