Sosialisasi Kegawatdaruratan Psikiatrik Bagi Tenaga Kesehatan

TIGARAKSA – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar Sosialisasi Kegawatdaruratan Psikiatrik Bagi Tenaga Kesehatan di Ruang Wareng, Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Rabu (11/4/2018).
Sosialisasi menindak-lanjuti program Dinas Kesehatan Provinsi Banten ini dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan memperluas jangkauan pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat.
Penyelenggara kegiatan ini adalah Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Dinas kesehatan Kabupaten Tangerang.
Para peserta sosialisasi terdiri 25 dokter dan 25 perawat/pemegang program dari puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Tangerang.
Tampil narasumber Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Kepala P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dan dr Sofyuni Narwati SpKj, Ketua KCMF Disutri RSJ Suharto Arjan.
H Mochamad Bachtiar SKM, Kepala Seksi P2P pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, mengutarakan kegiatan ini pada intinya bertujuan memberikan wawasan yang lebih luas dan lebih baik kepada para dokter dan perawat pemegang program kesehatan jiwa.
“Kegiatan ini terkait pada akhir-akhir ini masalah kesehatan jiwa di masyarakat yang jumlahnya semakin meningkat saja,” ungkapnya. Penyebabnya karena banyak masyarakat belum mengetahui secara benar tentang penanggulangan penyakit jiwa.
Pemerintah Kabupaten Tangerang sendiri, papar H Mochamad Bachtiar SKM, sejak tahun 2017 terus berupaya membantu penanganan pelayanan kesehatan jiwa dengan melibatkan jajaran dinas kesehatan dan para petugas yang ada di puskesmas-puskesmas dengan memberikan pelayanan promotif, preventif, dan deteksi kesehatan jiwa.
Serta upaya terus meningkatkan kemampuan petugas puskesmas dalam penangannya dan melakukan kunjungan rumah (home visite), melakukan sosialisasi kesehatan jiwa kepada masyarakat, peer review kesehatan jiwa pada FKTP terpilih.
Lalu, pembentukan Desa Siaga Sehat Jiwa, pelayanan program bebas pasung, pelayanan orang dengan gangguan jiwa di setiap puskesmas oleh para dokter SpKj, membentuk kader kesehatan jiwa, workshop deteksi dini kesehatan jiwa bagi para petugas dan keseterdiaan obat keswa dan sarana prasarana.
Semua kegiatan di atas, papar H Mochamad Bachtiar SKM, tentunya bila tidak didukung semua pihak, terutama Direktorat Ksehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten, akan mengalami banyak kendala.
“Untuk itu kami sangat berharap dukungan dan bantuan dari semua pihak tersebut,” ucapnya.