Masuki Perubahan Cuaca, Disosialisasi Kebersihan Lingkungan

GUNUNG KALER – Petugas Puskesmas Gunung Kaler terus melakukan sosialisasi dan pembinaan tentang kebersihan lingkungan, 3-M Plus, dan PHBS kepada masyarakat dan pelajar di sekolah-sekolah.
Kegiatan ini dilakukan bertujuan melakukan pencegahan merebaknya penyakit berbasis lingkungan kotor, semisal DBD, Diare, dan ragam penyakit berbasis lingkungan kotor lainnya.
Kepala Puskesmas Gunung Kaler, dr Tuti, Jumat (19/1/2018), mengutarakan pergantian iklim yang terjadi saat ini memang berpotensi merebakkan penyakit berbasis lingkungan kotor. Sebut saja potensi kembang-biak nyamuk Aedes Aegypti yang membawa virus dangue.
“Masyarakat yang tergigit nyamuk jenis ini bisa menderita penyakit demam berdarah dengue (DBD),” katanya.
Sebab itu, perlu disosialisasikan cara-cara mengatasi penyakit ini dengan cara masyarakat rajin melakukan kerja-bakti membersihkan lingkungan yang sekaligus melakukan pemberantasan sarang nyamuknya.
Dituturkan dr Tuti pihaknya hampir di setiap rapat koordinasi di tingkat kecamatan selalu menyampaikan tentang upaya-upaya meningkatkan kebersihan lingkungan dan mengajak masyarakat untuk selalu hidup bersih dan sehat, sebagai bagian penting pencegahan DBD, Diare, Difteri, bahkan Lepra.
Lalu, para petugas Kesling Puskesmas Gunung Kaler juga rajin melakukan pembinaan kepada para kader kesehatan di desa-desa saat kegiatan di posyandu. Termasuk pembinaan kepada para pelajar di sekolah-sekolah.
“Petugas pun mengajak masyarakat dan pelajar membentuk Tim Juru Pemantau Jentik yang bisa bekerja sepekan sekali di lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah,” papar dr Tuti.
Disyukuri hingga saat ini para Petugas Juru Pemantau Jentik telah ada di 9 desa binaan puskesmas Gunung Kaler. Mereka telah bekerja dengan baik sehingga sampai saat ini masyarakat terhindar dari DBD, Diare dan Difteri.
Namun diharapkan prilaku masyarakat yang sudah baik ini agar terus ditingkatkan.