Puskesmas Jayanti Terus Lakukan Pemeriksaan & Pengobatan Kusta

JAYANTI – Petugas Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas Jayanti terus melakukan sosialisasi, pemeriksaan, dan pengobatan kepada para penderita kusta sebagai upaya pencegahan penularan penyakit ini kepada masyarakat.
“Sampai tahun 2017, penderita penyakit Kusta yang ditangani para petugas Puskesmas Jayanti tercatat 9 orang, 2 penderita di antaranya dinyatakan telah sembuh,” ungkap dr Sulastri, Kepala Puskesmas Jayanti, Rabu (17/1/2018).
Dijelaskan para petugas kesling di tahun ini masih terus melakukan pemeriksaan dan pengobatan penyakit Kusta di seluruh wilayah binaan, baik di sekolah-sekolah maupun rumah-rumah warga.
Diakui dr Sulastri dengan melakukan pemeriksaan dan pengobatan secara rutin, terbukti dapat mencegah penularan penyakit kusta kepada masyarakat lainnya. Penyakit Kusta, paparnya, menular dari penderita bila melakukan kontak langsung dalam waktu yang lama.
Sebab itu, perlu disosialisasikan dua cara pencegahan penularan penyakit ini, yaitu: Pertama, si penderita harus berobatan secara rutin sejak dini agar tersembuhkan atau tak lagi menular. Kedua, masyarakat sebaiknya menghindari kontak langsung dengan si penderita dalam waktu yang cukup lama.
Awalnya warga Jayanti, ungkap dr Sulastri, masih menganggap penyakit Kusta (Lepra) adalah penyakit kutukan. Terkait itu, para petugas terus melakukan sosialisasi dan memberikan penjelasan secara benar tentang penyakit Kusta kepada masyarakat serta bagaimana cara melakukan pencegahannya.
“Keberhasilan para petugas dalam menyampaikan informasi penyakit ini berdampak pada semakin banyak masyarakat yang mau memeriksakan kesehatan kulitnya, baik pada saat pemeriksaan di lingkungan mereka maupun datang sendiri ke puskesmas…” kata dr Sulastri.
Diharapkan dengan semakin banyak masyarakat mau secara bersama melakukan pencegahan maka penularan penyakit ini bisa diminimalisir. Bagi penderita kusta, mereka pun pada akhirnya akan dapat dengan mudah berobat untuk kesembuhannya.
Minimal mencegah timbulnya cacat tubuh permanen bagi penderita yang akan lebih sulit untuk disembuhkan.