Tertangani Temuan 65 Kasus Difteri di Kabupaten Tangerang

TIGARAKSA – Para petugas puskesmas se-Kabupaten Tangerang terus melakukan Outbreak Response Imunization (ORI) Difteri untuk menemukan kasus penyakit ini di kalangan masyarakat sebagai pencegahan perebakannya.

Berdasar data, hingga 27 Desember 2017 ditemukan 65 orang terindikasi Difteri yang selanjutnya mendapat penanganan langsung dengan cepat dan tepat oleh para petugas kesehatan.

Ke-65 orang yang terkena Difteri, terbanyak terdapat di wilayah Kecamatan Balaraja 8  orang, Kecamatan Cisauk yaitu 7 orang, , Kecamatan Kelapa Dua 7 orang, Kecamatan Pasarkemis 6 orang, Kecamatan Cikupa 3 orang, Kecamatan Tigaraksa 2 orang, serta di Kecamatan Jambe, Sukamulya, Sepatan, Sepatan Timur, Sukadiri, Curug dan Panongan masing-masing 1 orang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi MARS,  di awal tahun 2018, menjelaskan semua kasus Difteri yang ada telah mendapat penanganan para petugas kesehatan di wilayahnya masing-masing dan langsung dirujuk ke rumah sakit yang bekerjasama dengan Pemkab Tangerang.

“Di antaranya dirujuk ke RSU Kabupaten Tangerang, RS Hermina Bitung, RSU Serang, RSU Banten dan RSU Sulianti  Saroso Jakarta,” paparnya.

Semua rumah sakit ini, kata dr Hendra Tarmizi MARS, telah siap siaga memberikan pelayanan pasien Difteri yang dibawa para petugas puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang.

Penanganan cepat pun disebabkan pihak dinkes telah menjalin kerja-sama dengan elemen masyarakat dan para ormas yang selalu siap membantu penanganan penyakit Difteri sehingga penanganannya bisa lebih cepat dan tepat.

KESADARAN MASYARAKAT

Sementara dr Desiriana Dinardianti MARS, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, mengakui penyakit ini hanya dapat dicegah dengan imunisasi. Oleh karena itu, diharapkan seluruh masyarakat yang memiliki putra-putri berusia 1 tahun sampai < 19 tahun agar bisa mendapatkan Imunisasi Dofteri secara bertahap sebanyak 3 kali.

Pelaksanaannya tahap pertama di Bulan Desember, tahap kedua Januari, dan tahap ketiga di Bulan Juli .

Imunisasi ini harus lengkap sampai tahap tiga agar daya-tahan tubuh benar-benar kuat dan dapat mencegah penyakit Difteri.