Dinkes Gelar ORI ke Seluruh Wilayah Cegah Rebakan Difteri

TIGARAKSA – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) dengan memberikan Vaksin Difteri bagi anak usia 1-19 tahun di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang secara serempak mulai 11 Desember 2017.
ORI ini dilaksanakan di sekolah-sekolah, posyandu-posyandu, balai warga, puskesmas, sampai di tempat-tempat keramaian.  Di wilayah Kabupaten Tangerang terdapat suspek Difteri sebanyak 30 kasus dan sampai saat ini seluruh penderita telah mendapat penanganan rumah sakit. Dari 30 kasus itu tercatat 4 penderita meninggal dunia.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tirmizi MARS, Senin (11/12/2017), menjelaskan dengan kejadian ini jajarannya telah melakukan Profilaksis (Pemberian Obat pada Keluarga atau Teman yang Berhubungan Erat dengan Sipenderita) dan PE (Penyidikan Efidemiologi dengan Pengambilan Swab).
“Ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan pencegahan kepada keluarga dan lingkungan sekitar,” paparnya.
Difteri adalah penyakit yang disebabkan infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Penyakit ini mudah sekali menular dan bila telah terinfeksi dengan serius akan mengakibatkan kematian.
“Defteri termasuk salah-satu penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Oleh karena itu, langkah pemerintah dengan melakukan pencegahannya. Difteri tergabung dalam vaksin DTP yang meliputi Difteri Tetanus dan Pertusis atau Batuk Rejan,” ungkap dr Hendra Tirmizi MARS.

Vaksin DTP sendiri, papar dokter ini, termasuk dalam imunisasi wajib bagi anak-anak yang diberikan 5 kali pada saat anak berusia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, satu setengah tahun, dan 5 tahun. Selanjutnya dapat diberikan booster dengan vaksin sejenis pada usia 10 tahun dan 19 tahun.
Vaksin Td dapat diulang setiap 10 tahun untuk membentuk perlindungan yang optimal, tambah dr Hendra Tirmizi MARS.

Diharapkan kepada masyarakat yang memiliki putra/putri berusia setahun sampai 19 tahun yang belum mendapatkan imunisasi, segera membawa anaknya ke tempat pelayanan kesehatan yang menyediakan layanan imunisasi secara gratis.