Tahun ini, Dinkes Bantu Bangun Kamar Mandi & WC Sehat di 5 Ponpes

TIGARAKSA – Menciptakan kesehatan lingkungan pondok pesantren (ponpes), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang memprogram bantuan pembuatan kamar mandi plus WC sehat di sejumlah pondok pesantren  di seluruh wilayah.

Ini dilakukan pada ponpes yang dinilai belum memiliki kamar mandi dan WC memadai, papar Sri Indriastuti SKM MKes, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja,  dan Olah Raga pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kabupaten Tangerang, Jumat (20/10/2017).

Diutarakan tujuan program ini untuk memberikan rasa nyaman dan sehat kepada para santri-santriwati yang berada di ponpes, dengan terciptanya kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Diakui ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi ponpes untuk mendapatkan bantuan pembangunan sanitasi WC, kamar mandi dan tempat wudhu yang bersih dan sehat. Di antaranya, ponpes tersebut memiliki santri-santriwati, merupakan ponpes tradisional, terdaftar di Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang, serta ponpes belum memiliki sanitasi yang memadai.

Untuk tahun ini, ungkap Sri Indriastuti, ada 5 ponpes yang mendapat bantuan pembuatan WC dan kamar mandi dari Dinkes Kabupaten Tangerang. Yaitu: Ponpes Khoirul Huda di Desa Pangarengan, Kecamatan Rajeg, Ponpes Nurul Falah di Desa Jayanti, Kecamatan Jayanti, Ponpes An Nuriah di Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Ponpes Bani Hasan di Desa Taban, Kecamatan  Jambe, dan Ponpes Bani Istiqal di Desa Tapos, Kecamatan Tigaraksa.

“Selain membantu membangun fisik bangunan sanitasi, kita juga memberikan pembinaan kesehatan kepada para santri dengan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” katanya.

Dimulai dari tata-cara yang benar mencuci tangan, BAB yang sehat, mandi, makan, menjaga dan membersihkan lingkungan, serta merapihkan kamar tidur dan menggantung baju yang benar.

Diakui selama ini para santri-santrawati di ponpes terbiasa menerapkan pola hidup sedehana, namun setelah mendapat pembinaan kesehatan mereka tersadarkan dan mulai menerapkan PHBS.

Disyukuri bukan hanya para santri saja, pengurus ponpes pun senang dengan program ini.