Klinik Tumbang Anak Jadi Unggulan Puskesmas Cikupa

CIKUPA – (24/1/2017) Klinik Tumbang (Tumbuh-Kembang) Anak menjadi salah-satu program unggulan Puskesmas Cikupa dengan tujuan melakukan pengawasan pertumbuhan anak usia 0–12 bulan di wilayah kerjanya.
“Dalam menjalankan kegiatannya, Klinik Tumbang bekerja-sama dengan para kader posyandu di desa-desa, para tutor PAUD, dan guru TK,” tutur Bidan Dewi Susanti, Pemegang Program Klinik Tumbuh Kembang Anak pada Puskesmas Cikupa, Kamis (19/1/2017).
Dikatakan untuk memantau tumbuh-kembang bayi memang sebaiknya dilakukan di setiap bulannya, di antaranya dengan menimbang berat badannya, mengukur tinggi badannya, memantau perkembangan gerak motorik dan sensoriknya.
Terkait itu, memang diperlukan pemangatan khusus dalam perkembangan si bayi di setiap bulannya. Bila tidak adanya perkembangan dalam bulan-bulan berikutnya, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter, bidan atau perawat yang melakukan pembinaan di posyandu, PAUD atau TK, agar mendapat penanganan khususnya.
Dikatakan Dewi, Klinik Tumbang Puskesmas Cikupa saat inipun telah bekerja-sama dengan rumah sakit pemerintah maupun swasta, yang memiliki program pelayanan tumbuh kembang anak.
Dengan demikian bila pihak klinik tidak dapat menangani kasus yang menimpah tumbuh-kembang anak, maka akan segera dirujuk ke rumah sakit bersangkutan.
Diakui tidak sedikit balita yang mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya karena beberapa faktor, di antaranya pengawasan kesehatan, asupan gizinya, serta masalah ekonomi keluarga dan lingkungan. Tentunya, dengan adanya klinik ini maka balita yang terkategori itu bisa ditangani sejak dini.
“Oleh karena itu diharapkan masyarakat yang memiliki bayi jangan segan-segan membawa bayinya ke klinik tumbang untuk dapat memeriksakan kesehatan anaknya,”ajak Dewi.
Klinik Tumbuh Kembang Anak Puskesmas Cikupa memberi layanan di setiap hari Selasa dan Kamis. Sedangkan untuk pelayanan di posyandu disesuaikan dengan kegiatan penimbangan anak di posyandu yang ada.
Sampai saat ini, Puskesmas Cikupa menangani 85 posyandu, 37 TK dan 15 PAUD yang ada di 10 desa dan kelurahan.