Bunda Meisya Rajin ke Posyandu & Ikuti Penyuluhan

JAMBE – Mendapat pembinaan terbaik dari kader kesehatan posyandu dan petugas Puskesmas Jembe, pada akhirnya, mampu menempatkan Meisya Putri Virjilia, balita usia  26 bulan asal Kampung Ancol, Desa Ancol Pasir, meraih Juara I Lomba Balita Indonesia Kategori 2-5 Tahun Tingkat Kabupaten Tangerang 2016.

Anak pertama pasangan Mulyono, usia 30 tahun, dan Ny Agnes Aprilia, usia 28 tahun, mampu meraih nilai total 2.290 dari kriteria penilaian Kelengkapan Administrasi, Status Gizi, Pemeriksaan Gigi, Imunisasi dan Tabel Anak, Tabel Ibu dan Ayah, Pengetahun Ibu Tentang PKK dan Tentang Kesehatan, serta pemeriksaan fisik dan psikologis Balita.

Ny Agus Virjilia, Bunda Meisya Putri Virjilia, Jumat (29/7/2016), mengakui dirinya banyak mendapat pengetahuan tentang kesehatan anak dengan mengikuti lomba. “Terutama mengenai cara menjaga dan merawat kesehatan anak dengan baik.”

Saat lomba, Virjilia merasa beruntung karena dirinya telah mendapat banyak pengetahuan kesehatan keluarga dan 10 Program Pokok PKK dari petugas puskesmas dan PKK, sehingga pada saat tim penilai bertanya materi seputar itu, dirinya bisa menjawab dengan baik.

“Saya harapkan kepada para ibu yang sedang hamil maupun ibu memiliki balita, jangan pernah bosan datang ke posyandu di setiap bulannya, karena kesehatan kita dan balita dapat termonitor melalui buku panduan yang dicatat,” katanya.

“Selain itu kita juga bisa mendapat banyak pengetahuan tentang kesehatan keluarga dan cara merawat anak dengan baik,” tambahnya.

Diinformasikan Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten Tangerang 2016 digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bekerja-sama TP PKK Kabupaten Tangerang di Gedung Pendopo Kabupaten Tangerang, Rabu 27 Juli 2016 yang dibuka Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Tangerang, Hj Lili Hermansyah.

H Nanang Suparman, Kepala TU Puskesmas Jambe, mengungkapkan rasa syukur puskesmasnya karena warga di wilayah Kecamatan Jambe kini telah melek kesehatan, sehingga bisa melahirkan juara lomba balita.

Kini di wilayah kerja puskesmasnya hampir tidak ada lagi persalinan dibantu dengan dukun beranak, begitu juga setelah melahirkan para ibu rajin memeriksakan kesehatan bayinya ke posyandu di setiap bulan.

“Para bidan desa bersama para petugas kesehatan puskesmas didampingi kader PKK memang selalu bersama-sama mengadakan sosialisasi kesehatan yang rajin diikuti warga,” ucapnya.